Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

47. Hidup Raja Baru!

Hidup Raja Baru! Beberapa hari kemudian… Pagi ini benar-benar pagi yang sangat cerah. Langit berwarna biru bersih dari awan. Matahari bersinar dengan cerahnya tanpa terhalang oleh awan. Sinarnya yang hangat menyelimuti dunia. Akan tetapi, Kota Miracle benar-benar sangat sepi. Tidak ada seorang pun yang berkeliaran di luar. Pasar yang biasanya ramai kini sepi. Alun-alun yang biasanya penuh dengan para penduduk pun sunyi senyap. Jalanan pun sangat sepi. Tidak ada satu pun orang yang berjalan di sana. Kota Miracle benar-benar seperti kota mati.

46. Akhir Kisah Sang Pangeran

Akhir Kisah Sang Pangeran Miracle Special Space Erza dan Raja Ehud saling berhadapan lagi. Mereka memasang kuda-kuda untuk berjaga-jaga jika mereka diserang. “Oh, ya, satu lagi yang ingin aku katakan. Di sini bayangan kita jumlahnya berkali-kali lipat dari biasanya. Bayangan kita akan membantu kita untuk saling bertarung.” kata Raja Ehud. Tiba-tiba, muncul sesosok bayangan di belakang Erza yang akan menyerangnya. “Karena itu, berhati-hatilah.” kata bayangan itu. “TRANG!” bayangan itu langsung diserang oleh bayangan Erza. Namun, bayangan itu langsung menangkisnya.

45. Raja Lawan Pangeran

Gambar
Raja Lawan Pangeran Ruangan Raja, Miracle of Mirror Palace Erza dan Raja Ehud saling berhadapan. Erza sudah siap bertarung dengan adik ayahnya sendiri. Dengan baju zirah yang ia kenakan, tameng, dan pedang yang ia genggam, ia siap bertarung sampai titik penghabisan. Sementara itu, Raja Ehud juga sudah siap bertarung. Pedang yang ia genggam hampir mirip dengan pedang Erza.

44. Pertarungan Ratu Perkasa

Pertarungan Ratu Perkasa Teman-teman Erza yang ada di lantai teratas sudah menghabisi seluruh prajurit. Hanya dua jenderal yang masih hidup, yaitu Kemp Mayer dan Curran Caspar. “ Anak-anak, dua jenderal ini ibu yang urusi. Kalian bantu saja para pemberontak yang ada di bawah sana.” kata Ratu Alvia. “Baginda Ratu sanggup melawan mereka berdua?” tanya Dede.

43. Kekuatan Dukun dan Penasihat

Kekuatan Dukun dan Penasihat Rayhan, M. Irfan, Rendy, Rendy S, dan Ulwan sedang berhadapan dengan Tauma, Van Porter, Fredderson, dan Igor Dante. Lima teman terpilih Erza harus berhadapan dengan lawan yang berbeda keahlian, walaupun ada juga yang mempunyai keahlian yang sama. Rayhan yang mempunyai ilmu putih harus berhadapan dengan Tauma, dukun yang mempunyai ilmu hitam, termasuk di dalamnya ilmu santet dan memanggil makhluk halus. M. Irfan yang lebih memakai ledakan dalam setiap pertarungan dan Ulwan yang lebih memakai senjata jarak jauh dan dekat harus berhadapan dengan Van Porter yang dapat menggunakan semua senjata. Sementara itu, Rendy yang ahli menggunakan martil dan pedang dan Rendy S yang ahli menggunakan pedang harus berhadapan dengan Fredderson, seorang pandai besi sekaligus pembunuh yang sadis dan Igor Dante, seorang jenderal yang pandai menggunakan senjata jarak jauh.

42. Dendam Lama dan Pertarungan Sang Ahli Mekanik

Gambar
Dendam Lama dan Pertarungan Sang Ahli Mekanik Fahri, Alidza, Ammar, Galih, dan Fabian harus berhadapan dengan seorang jenderal yang tak kalah kuatnya dengan Karl Armstrong, Duke Richmond dan seorang kawanan The Secret Five yang lebih kuat dari Aldric, Randi. “Kita bertemu lagi di sini.” kata Randi. “Kebetulan sekali, ya?” kata Fahri. “Ya, kebetulan sekali. Aku juga akan membalas dendam atas perbuatanmu yang dulu. Ketika kamu menggagalkan usahaku untuk menggapai ambisiku yang hampir kugapai.” kata Randi sambil menggulung lengan baju kanannya. Terlihatlah sebuah crossbow yang ia ikat di lengan kanannya. “Mari kita bertarung.” kata Randi. “SYUT!” sebuah panah melesat ke arah Fahri. Ia langsung menghindari anak panah itu sambil mencabut pedangnya. Pada saat bersamaan, ia langsung melompat ke arah Randi.