Sepercik Air Deddy Stanzah: Mencari Makna dalam Lagu Lawas
Minggu lalu, dosen TKI (Teknik Komunikasi Ilmiah) saya memberikan suatu tugas kepada saya dan teman-teman saya yang juga mengambil mata kuliah tersebut. Beliau meminta kami untuk menulis makna suatu lagu. Bagi para mahasiswa, lagu yang harus ditulis maknanya adalah “Sepercik Air” yang dinyanyikan Deddy Stanzah. Sementara itu, para mahasiswi harus menulis makna dari lagu “Kilometer Terakhir” yang dinyanyikan band Seringai. Bagi saya, mendapat tugas menulis makna sebuah lagu merupakan sebuah tugas unik yang pernah saya dapatkan selama kuliah di ITB. Soalnya, mengerjakan tugas semacam tugas sastra ini jauh dari apa yang saya pelajari sebagai mahasiswa biologi.
Dan pada pagi ini, dengan sisa-sisa tenaga akibat semalam suntuk mengerjakan tugas yang lain, saya harus berusaha mencerna makna dari lagu “Sepercik Air” yang bahasanya puitis dan dalam ini.
Sepercik Air – Deddy Stanzah
Sepercik air berwarna bening
Nyanyian dewa dalam dentingan harpa
Dan kau langit secerah kemilau
Seakan ingin membunuh sang malam
Seakan ingin membunuh malam
Dan terwujudlah, dalam khayal
Langit nan kemilau
Langit nan kemilau
Teramat indah, selayak langitpun merona
dalam kemesraan
Sepercik air berwarna bening
Gemercik nyiur mengurai rerumputan
Malam indah tiada kan datang
Mengucapkan salam bagi dunia
Mengucapkan salam dunia
Ketika pertama kali saya mendengarkan lagu ini, saya jadi teringat masa-masa ketika saya masih belajar memahami makna puisi dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Bukan. Bukan itu intinya. Saya harus segera memahami makna dari lagu ini dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Butuh waktu beberapa lama untuk memahami kata demi kata dalam lirik lagu ini hingga akhirnya saya mendapatkan maknanya. Sebelum menceritakan makna keseluruhan lagu ini, saya akan jabarkan dulu makna tiap baitnya.
- Bait Pertama
Baris pertama pada bait ini berbunyi “sepercik air berwarna bening”. Menurut saya, air dalam baris ini melambangkan sesuatu yang murni dan segar. Sesuatu yang dapat menghilangkan dahaga. Sementara itu, pada baris kedua terdapat kata-kata “nyanyian dewa”. Kata-kata ini dalam pandangan saya melambangkan sesuatu yang membuat hati bahagia. Tiga baris terakhir seolah-olah menceritakan kehadiran seseorang yang memberikan harapan dalam kehidupan yang suram. Jadi, bait pertama ini menceritakan kehadiran seseorang yang telah lama dinanti-nanti sang penyanyi untuk memberikan kebahagiaan bagi kehidupannya yang suram.
- Bait Kedua
Dua baris pada bait kedua ini menggambarkan harapan sang penyanyi agar seseorang datang membawa kebahagiaan pada hidupnya. Sementara itu, baris terakhir bait ini menceritakan sang penyanyi berharap orang tersebut menaruh hati padanya. Bisa dikatakan, bait kedua ini menceritakan harapan sang penyanyi agar seseorang yang akan membawa kebahagiaan benar-benar datang ke dalam hidupnya.
- Bait Ketiga
Sama seperti baris pertama pada bait pertama, baris pertama dan kedua pada bait ini melambangkan sesuatu yang menyegarkan. Sementara itu, tiga baris terakhir menggambarkan masa-masa indah di masa lalu yang tidak lagi ia rasakan. Jadi, bait ketiga ini menceritakan penantian dan harapan sang penyanyi untuk merasakan lagi masa-masa indah yang pernah ia alami.
Secara keseluruhan, lagu “Sepercik Air” ini menceritakan kehidupan suram sang penyanyi setelah ditinggal kekasihnya. Dalam masa-masa suram ini, ia terus berharap dan menanti datangnya seseorang yang akan mengakhiri kehidupannya yang suram. Dalam lagu ini, sang penyanyi juga berharap orang tersebut dapat menjadi kekasihnya dan membuat hidupnya bahagia.
Komentar
Posting Komentar