Postingan

26. Penjelajahan

Gambar
Penjelajahan Akhirnya, seminggu pun berlalu. Hari ini, penjelajahan akan segera dimulai. Gudang markas klub penjelajah alam sudah mulai dipenuhi banyak orang. Orang-orang ingin melihat keberangkatan kapal yang belum pernah ada sebelumnya itu. Para anggota klub penjelajah alam, Erza dan teman-temannya, beberapa orang yang diundang, dan para wartawan sudah berada di atas kapal. Penjelajahan akan segera dimulai. "Nyalakan api!" teriak sang pemimpin penjelajahan. Beberapa anggota klub penjelajah alam itu langsung menyalakan api. Balon udara pun mulai mengembang. Perlahan-lahan kapal itu mulai melayang. Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu terkagum-kagum menyaksikannya. Orang-orang yang ada di sana langsung berteriak-teriak saking bahagianya. "Kembangkan layar!" teriak sang pemimpin penjelajahan. Layar pun dikembangkan. Kapal itu pun memulai perjalanannya. Sementara itu, para wartawan yang ikut menaiki kapal itu sibuk menggambar bagian dalam kapal itu dan akti...

25. Kapal Layang

Kapal Layang Matahari kian meninggi. Mereka semua pergi menuju pinggir pantai untuk melanjutkan perjalanan mereka. Setelah beberapa lama mereka berjalan, akhirnya mereka sampai di pinggir pantai. Mereka semua langsung menaiki burung-burung camar milik mereka yang ada di tempat penginapan. Mereka pun berpamitan dengan pemilik tempat tersebut. Akhirnya, mereka semua pergi meninggalkan pulau tersebut. “Pulau itu bagus banget, ya?” kata Diyyah. “Iya.” Timpal Moza. Sementara itu, Galih dan Yatta sedang memandangi laut yang ada di bawah mereka. “Liat, Yat! Ada belut laut mutiara!” kata Galih sambil menunjuk belut itu. “Liat, Galih! Ada naga mutiara!” kata Yatta sambil menunjuk naga itu. “Liat, Yat! Ada macan laut!” kata Galih sambil menunjuk macan itu. Tiba-tiba, Hadi ikut mengobrol dengan Galih dan Yatta. “Liat, ada hiu laut!” kata Hadi sambil menunjuk hiu itu. “Hadi, yang bener itu ikan hiu. Lagipula, ikan hiu itu banyak. Banyak orang yang pernah liat. Kalau yang...” kata Ga...

24. Pelajaran dari Seorang Penyanyi dan Nyanyiannya

Pelajaran dari Seorang Penyanyi dan Nyanyiannya Pada tahun lalu, di sebuah pulau nun jauh di sana, terdapat sebuah proyek di sebuah gudang besar. Orang-orang di sana sedang sibuk membuat sesuatu. Sesuatu yang belum pernah ada di seluruh dunia itu. Sesuatu yang akan merubah dunia itu. "Fathur, gimana perhitungannya?" tanya seseorang. "Oke, udah selesai." kata orang tersebut. "Berarti, tinggal digambar aja, ya?" tanya temannya. "Ya." jawab Fathur. "Nah, sekarang... Iqbal! Ke sini kamu!" teriak temannya. Sementara itu, orang yang dipanggilnya masih sibuk menggambar. "Iqbal! Kamu lagi gambar apa, sih?" tanya temannya. "Lagi gambar macam-macam." jawab Iqbal. "Udah! Ke sini kamu! Ada pekerjaan baru buat kamu!" kata temannya. "Ya, ya." kata Iqbal sambil berjalan menuju temannya. "Nah, dengan semua perhitungan dan sketsa ini, kamu buat keseluruhannya." kata temannya. "Ya....

23. Akhir Tahu yang Heroik

Akhir Tahu yang Heroik Pertempuran sengit terjadi di depan sebuah menara. Walaupun jumlah anggota kelompok teroris itu lebih sedikit daripada Erza dan teman-temannya dan Bu Nia, tetap saja mereka sangat susah untuk dikalahkan. Mereka semua benar-benar ahli dalam keahlian yang mereka bisa. Berapapun lawan mereka, mereka tidak mudah untuk dikalahkan. Justru, lawannya yang terdesak dan kalah. Bunyi Ledakan, anak panah yang melesat, bunyi pedang beradu, adu silat, dan adu senjata-senjata aneh bercampur dalam pertempuran itu. Bom asap, bom racun, dan ledakan petasan diluncurkan dalam jarak yang cukup dekat. Jurus-jurus aneh pun dikeluarkan. Intinya, mereka semua mengeluarkan seluruh kemampuan mereka. "Badai Pasir!" Fahri menyerang anak buah kelompok teroris itu. Tetapi, serangannya langsung ditangkis. "Nafas Naga!" Andri menyerang mereka semua dengan bola apinya. Tetapi, serangannya langsung ditangkis dengan jurus lawannya. "Cakar Kematian!" Rendy S men...

22. Pertarungan di Malam Akhir Tahun

Pertarungan di Malam Akhir Tahun Akhirnya, malam pun tiba. Jalanan pun menjadi ramai. Orang-orang berbondong-bondong menuju pinggir pantai untuk merayakan pergantian tahun, termasuk Erza dan teman-temannya dan Bu Nia beserta keluarganya. Jalanan penuh dengan cahaya kelap-kelip. Bunyi terompet terdengar di mana-mana. Toko-toko memasang hiasan-hiasan yang menarik. Erza dan teman-temannya berjalan sambil memerhatikan sekitarnya. Di sekitarnya terdapat lampu-lampu dan hiasan-hiasan yang menarik. Mereka belum pernah ke tempat yang indah seperti itu. "Bagus, ya?" kata Rayhan. "Tentu dong, Rayhan!" Bu Nia menimpali. Tiba-tiba, di samping Rayhan terdapat kelompok marching band. Mereka semua memainkan alat musiknya dengan lihai. Sepintas seperti marching band umumnya. Tetapi, ada perbedaan dengan marching band itu. Marching band itu terdapat pemain terompet dan drum. Tetapi, di marching band itu terdapat pemain saksofon, harmonika, seruling, xylophone, biola, bahkan git...