Postingan

41. Pertarungan Mantan Petugas Keamanan

Pertarungan Mantan Petugas Keamanan Andri, Oji, dan Hadi berhadapan dengan Karl Armstrong dan Aldric. Mereka saling menjaga jarak. “Kalian tidak menyerang?” tanya Karl. Baru saja ia bertanya, Andri langsung menyemburkan api ke arahnya. Ia dan Aldric langsung menghindar. Namun, mereka berdua langsung dikejutkan dengan Oji dan Hadi yang siap menyerangnya. “Tipuan!” kata Oji. Ia langsung menendang perut Aldric. Dengan cepat, Aldric memegang kaki Oji dan memelintirnya. Oji tidak habis akal. Ia memutarkan badannya mengikuti arah pelintiran. Ia langsung menendang kepala Aldric. Aldric langsung melepaskan kaki Oji lalu menangkis tendangannya.

40. Gulingkan Raja Ehud!

Gulingkan Raja Ehud! Siang itu merupakan siang yang cerah. Namun, tak ada aktivitas di kota itu. Jalanan terlihat sepi. Toko-toko tutup. Suara pembawa kabar tak terdengar. Tak terdengar suara ribut di pasar. Kota itu bagaikan tak berpenghuni. Akan tetapi, alun-alun kota penuh dengan para penduduk. Mereka  . Erza selaku pangeran kerajaan memimpin pemberontakan. Ia dibantu oleh Paman Ade, Master Evie, Hilman, dan Fitri. Pagi ini, dia mengarahkan para pemberontak untuk melakukan aksi pemberontakan yang akan dilakukan nanti malam.

ESPC (Erza Sang Pangeran Cermin)

“Untuk menjadi cermin, kita harus melampaui cermin kita sendiri. Kita tak akan bisa menjadi cermin jika kita terus bercermin. Dapatkah kita melampauinya?” Erza Sang Pangeran Cermin adalah proyek tulisan pertama saya. Tulisan ini menceritakan perjuangan sang pangeran yang diasingkan oleh adik ayahnya. Ayahnya adalah seorang raja. Ketika ia meninggal, adik ayahnya, Ehud, mengasingkan sang pangeran ke sebuah hutan. Untungnya, ia menemukan seorang lelaki yang mengajarkannya berbagai keahlian. Lelaki itu berpesan kepadanya jika ia ingin kembali ke istana dan merebut kembali tahta yang direbut oleh Ehud, ia harus mengumpulkan 69 orang dan 13 berlian. Ia juga harus berguru kepada guru-guru yang lain. Dari sanalah perjuangannya dimulai. Sepanjang perjalanannya, ia menghadapi banyak tantangan. Lebih banyak ia harus bertarung dengan berbagai kelompok penjahat dan orang-orang suruhan istana. Dapatkah ia berhasil mengumpulkan semuanya? Apakah ia akan berhasil kembali ke istana dan merebut kemb...

39. Di Bawah Istana

Di Bawah Istana Kota Miracle pun kembali tenang. Para penduduk beraktivitas seperti biasa kembali. Namun, pemberontakan tetap terjadi. Kali ini, giliran para pembawa kabar yang melakukan pemberontakan. Mereka mengabarkan berita tentang raja kepada penduduk yang sedang mengelilinginya untuk mendengarkan kabar itu. “Wahai penduduk Kota Miracle sekalian! Tidak Cuma kita yang menderita seperti ini. Namun, penduduk di beberapa kota lain juga mengalami nasib yang sama seperti kita. Mereka sama-sama menderita. Harta mereka diperas, dirampas, bahkan diambil paksa. Mereka pun tidak sejahtera. Para petani dipaksa untuk terus bekerja tanpa istirahat. Hama menyerang lahan pertanian mereka. Namun, para petanilah yang disalahkan. Menurut kabar yang didapat, rupanya beberapa walikota adalah kaki tangan Raja Ehud. Sudah kita ketahui, ternyata Raja Ehud adalah penguasa yang maruk! Ia berniat mengambil semua harta kita untuk dirinya sendiri! Mari, kita satukan kekuatan kita untuk menggulingkan Raja E...

38. Rahasia di balik 13 Berlian

Rahasia di balik 13 Berlian Pagi sudah menjelang. Matahari bersinar sangat cerah. Burung-burung beterbangan di udara. Mereka saling berkicau satu sama lain. Namun, muka Erza tidak secerah sinar matahari pagi. Ia masih bingung dengan berlian-berlian yang ia kumpulkan. Kemarin sore, ia sudah mengumpulkan empat berlian yang masih dipegang oleh teman-temannya. Ia terus mengutak-atik ke-13 berlian itu.

37. Terkumpul!

Terkumpul! Malam yang panjang sudah berlalu. Kini, pagi mulai menjelang. Matahari sebentar lagi akan terbit. Air bekas hujan semalam masih tergenang di jalanan. Udara dingin masih terasa. Orang-orang banyak yang masih tertidur lelap. Namun, sekelompok masa sudah terbangun dari tidurnya. Bahkan, mereka sedang berjalan menuju sebuah tempat. Mereka adalah kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Hilman dan Fitri sebagai wakilnya. Mereka semua terlihat membawa sekantong batu yang cukup besar, palu, pedang, celurit, dan senjata tajam lainnya. Mereka berjalan secara terpisah. Ada yang berjalan melalui pinggir kota dan ada yang melalui jalan-jalan kecil di tengah kota. Baik pinggir kota maupun tengah kota, keduanya terdapat prajurit-prajurit yang sedang berjalan-jalan menjaga keamanan dan ketertiban kota. Namun, para pemberontak itu tidak takut. Mereka berani menghadapi ratusan prajurit demi kesejahteraan rakyat Negeri Mirror. Mereka berjalan tanpa rasa takut.

36. Penderitaan, Pemberontakan, Ketidakpercayaan

Penderitaan, Pemberontakan, Ketidakpercayaan Matahari belum terbit. Langit masih hitam dan penuh dengan bintang-bintang. Namun, matahari akan terbit sebentar lagi. Artinya, saat itu sedang fajar. Tak biasanya, Erza bangun pagi sekali. Rayhan pun bangun bersamaan dengannya. Mereka berdua keluar dari tempat itu untuk berjalan-jalan. Mereka pun membuka pintu tempat mereka masuk kemarin. Mereka segera berjalan ke jalan besar. Ketika mereka sedang berjalan, seorang anak kecil berlari menuju mereka. Lalu, anak itu bersembunyi di belakang mereka. "Tolong aku, tolong aku, kak." kata anak kecil itu.